Sunday, April 22, 2012

Canoeing Trip in the Natural State

After dealing with a stressful work and study for the past week, a group of students from Agricultural Economics department University of Arkansas went on a canoeing trip to Elk river MO. A trip started at 8:00 and reached Elk River at 9:30 after completing a little shopping. About 16 students and 1 professor joined this wonderful trip to beautiful scenery views and wild life animal. With $40 rental fee for a canoe that fit 2 people, a trip was started for about 8 miles. Stories and talks flowed along on the river. Flipped up side down, crashed, and sometime got stuck with falling trees were some of challenges with were unavoidable. At last, it was fun. Pictures of this trip can tell more than a 1000 words.

Thursday, April 19, 2012

Kontes penelitian tentang kakao pada MANRSS





Setelah mendapatkan konfirmasi bahwa abstract penelitian saya diterima oleh panitia untuk di persentasiakan pada Minorities in Agriculture, Natural Resources, and Related Sciences (MANRRS) 27th Annual Career Fair and Training Conference pada tanggal 29-31 Maret 2012 di Atlanta, Georgia.

Pada kesempatan tersebut saya turut mempersentasikan hasil penelitian saya tentang model pergantian untuk tanaman kakao. Persentasi tersebut berlangsung hanya 8 menit dan kemudian dilanjutkan 2 menit sesi tanya jawab. Walaupun saya tidak memenangi kontes tersebut, berpartisipasi dalam acara tersebut menambah pengalaman yang cukup berarti.

Acara tersebut juga dihadiri oleh seribuan orang yang terdiri dari Mahasiswa, Dosen, dan para praktisi. Berbagai kegiatan dihadirkan dalam acara tersebut seperti kontes, konferensi, poster, cerdas cermat dan sebagainya. demikian juga dengan makan siang dan malam, selalu disediakan di Aula hotel yang luas dan dengan menu yang cukup memuaskan.

Diluar acara tersebut, kunjungan ke beberapa tempat atraksi seperti CNN and Museum coco-cola memberikan kesan tersendiri. di Gedung CNN, pemandu wisata menjelaskan bagaimana proces siaran berlangsung, editing, membaca berita, dan sebagainya. Demikian juga dengan museum coca-cola, pemandu menjelaskan dengan detail proses dan perkembangan perusahaan tersebut. Tentunya, dia tidak menjelaskan apa resep dari coca-cola itu sendiri, yang merupakan rahasia perusahaan yang ditutup rapat.

Sunday, March 25, 2012

Persentasi tentang Kakao di Southern Agricultural Economics Association (SAEA) Conference



Beberapa waktu lalu, article saya tentang kakao diterima di Southern Agricultural Economics Association (SAEA) conference. Konferensi ini berlangsung pada 4-7 Februari 2012 di Hotel Sheraton Bermingham, AL.

Bagi saya, konferensi SAEA menjadi tempat untuk berbagi hasil penelitian saya tentang kakao yang saya kerjakan lebih dari setahun. Peneletian ini memfokuskan pada peningkatan pendapatan petani melalui pergantian dan penanaman tanaman kakao secara bertahap sampai seluruh tanaman kakao diganti dengan tanamanan baru. Berikut adalah link full article yang bisa diakses http://ageconsearch.umn.edu/handle/119777

SAEA conference pada tahun 2012 dihadiri oleh lebih 1000 orang dengan jumlah makalah lebih dari 400 buah yang di persentasikan. Saya mendapat kesempatan persentasi pada panel ke 8 dengan sub-topik konferensi Produksi Ekonomi. Waktu yang diberikan sangat terbatas, hanya 15 menit plus 5 menit tanya jawab.

Alhamdulillah persentasi saya berjalan sangat lancar, karena sebelum menghadiri konferensi ini, para dosen (3 professor) yang terlibat dalam penelitian saya meluangkan waktu mereka untuk mendegar, mengkritik dan melengkapi persentasi saya. Ini adalah bentuk dukungan yang jarang didapatkan oleh mahasiswa, termasuk saya sendiri. Bagi mereka, waktu dan fokus persentasi merupakan kunci sebuah persentasi berjalan dengan sukses. Semoga ilmu nya bermanfaat bagi petani, khususnya petani kakao.

Tuesday, January 10, 2012

Gereja Calvari Jadi Masjid Joplin di AS

http://aceh.tribunnews.com/2012/01/10/gereja-calvari-jadi-masjid-joplin-di-as

BERBEDA dengan apa yang terjadi di Cordova, Spanyol, di mana setelah kejatuhan pemerintahan Islam pada 1236 Masehi, Raja Ferdinand III yang berkuasa saat itu memerintahkan untuk mengubah fungsi masjid jamik menjadi sebuah gereja katedral. Di Joplin, Missouri, Amerika Serikat, justru sebaliknya, sebuah gereja dialihkan fungsinya menjadi masjid.

Menurut seorang jamaah Masjid Joplin --nama masjid yang sebelumnya merupakan sebuah gereja itu-- pada 2007 lalu, masyarakat muslim di kota ini membeli sebidang tanah seluas sekitar 2,5 hektare beserta sebuah bangunan yang berdiri di atasnya dengan harga 270.000 dolar AS atau sekitar Rp 2,6 miliar.

Bangunan yang berdiri kokoh di atas tanah seluas 2,5 hektare yang berlokasi di 1302 South Black Cat Road, Joplin, Missouri, AS, itu tidak lain adalah Gereja Calvary Apostolic. Konon, gereja ini dijual karena jumlah jemaatnya semakin berkurang. Biaya perawatan bangunannya juga terus membengkak, tak terkecuali biaya untuk bayar rekening listrik, air, dan gas.

Sekarang, bangunan dengan arsitektur yang seutuhnya masih berbentuk gereja itu, berubah fungsi menjadi sebuah masjid yaitu Masjid Joplin. Sesuai dengan fungsinya, maka masjid ini sepenuhnya digunakan untuk keperluan ibadah, pendidikan, tempat untuk bersilaturrahmi dan musyawarah masyarakat muslim di Joplin, Missouri, AS.

Bagunan masjid tersebut kini dibagi menjadi beberapa bagian. Yakni, aula besar yang dulu digunakan untuk tempat ibadah umat Kristiani, sekarang digunakan sebagai ruang utama untuk shalat berjamaah. Sedangkan ruangan belakang digunakan sebagai tempat pertemuan dan tempat berbuka puasa bersama di bulan Ramadhan. Ada juga satu ruang belajar dan ruangan bermain untuk anak-anak.

Selain shalat berjamaah lima waktu, di masjid ini juga digelar berbagai aktivitas keagamaan lainnya, seperti kegiatan mengaji untuk anak-anak muslim setiap sore. Lalu, pada setiap akhir pekan, juga diselenggarakan hari keluarga Muslim, menerima kunjungan berbagai kelompok masyarakat dari agama lain yang ingin mengetahui dan belajar tentang Islam.

Dari semua kegiatan keagamaan tersebut, yang juga sangat membanggakan adalah imam masjid ini berasal dari Aceh, Lahmuddin. Sejauh ini, beliau termasuk sosok yang sangat dihormati dan disegani, tidak hanya oleh masyarakat Muslim di Missouri dan Arkansas, tapi juga oleh masyarakat nonmuslim di sana.

Pak Lahmuddin juga masih sangat fasih berbahasa Aceh, walaupun beliau sudah tinggal di Amerika bertahun-tahun. Pada tahun 2011 beliau berhajat untuk pulang dan kembali menetap di Indonesia, namun masyarakat muslim di kota Joplin tidak memperkenankannya. Mereka minta pak Lahmuddin agar terus menjadi imam di masjid tersebut.***

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com