Saturday, December 4, 2010

World Climate Summit -Business, Climate and Philanthropy- bersama Sir Richard Branson dan Ted Turner


Hari ini, 4 Desember 2010, bagi banyak pihak merupakan hari yang dinanti-nanti untuk mendengar langsung pernyataan dan ceramah dari orang-orang yang berpengaruh di dunia dibidang perubahan iklim. World Climate Summit mengundang ilmuan, bisnismen, bos media ke sebuah pertemuan akbar di Cancun Mexico. Meraka adalah Ted Turner pimpinan UN Foundation, Sir Richard Branson Pimpinan Virgin Group, Emilio Azcarraga pimpinan Grupo Televisa, dan Lord Nicolas Stern ilmuan dari London School of Economic.

Mereka semua setuju bahwa perubahan iklim harus dihentikan. Dalam sebuah sesi khusus bertema "Business, Climate and Philanthropy" Sir Richard Branson mengatakan "Solving the climate change problem is the fun challenge of our lifetimes" (Penyelesaian masalah perubahan iklim merupakan tantangan yang menyenangkan dalam kehidupan kita). ini merupakan tantangan bagi semua pihak untuk bersama-sama mencegah perubahan iklim.

Ted Turner menggambarkan bahwa dunia memang perlu bumi harus segera diselamatkan dari masalah lingkungan agar kepunahan tidak pernah terjadi. "kita semua harus menghadapi masalah-masalah lingkungan hidup seperti perubahan iklim, polusi,penangkapan ikan yang tidak terkontrol, dan kepunahan. Semua itu harus kita selamatkan atau kita akan kehilangan semuanya" Demikian dikatakan Turner. Diakhir pembicaraannya, Turner mengajak semua orang yang ada diruangan untuk bertindak dan juga mengajak pemerintahnya membuat kebijakan mencegah perubahan iklim. "Everybody in this room has stepped up. Now we have to get our governments to step up".

Demikian laporan singkat ini dilaporkan langsung dari World Climate Summit di Hotel Rit-Carlton Cancun Mexico.

Friday, December 3, 2010

Mahal

itu lah ungkapan yang bisa di ungkapkan mengenai harga barang dan makanan di COP16 di Cancun Mexico. Dibanding dengan harga makanan di luar, harga-harga dimana acara penghelatan akbar tentang perubahan ini di gelar bisa mencapi tiga sampai empat kali lipat. British Council dalam welcome package nya juga menyarankan kepada climate championnya agar selama konferensi perubahan iklim (terutama dari pagi sampai sore hari) dapat membeli makanan di area conferensi di gelar.

tentunya, dengan anggaran yang pas-pasan, climate champions harus benar-benar dapat mensiasati makanan yang dikonsumsi dengan budget yang tersedia. Bisa di bayangkan betapa mahalnya harga-harga disinis, misalnya nasi putih setangah porsi orang indonesia di jual 50 pesos (USD 5), salad sayuran 90 pesos (USD 9), Pizza satu slice 65 pesos (USD 6.5, ayam dan daging 120-150 pesos (12-15 USD). Sama halnya dengan buffet di Mancun Messe, penjual membandrol harga USD 25, sementara di Moon Palace - tempat pertemuan tingkat tinggi digelar- harga buffet mencapai USD 40.

pada 2 December 2010, saya memesan nasi sayur dengan harga 70 pesos (USD 7), rasanya sangat asin. Mungkin yang masaknya buru-buru atau memang suka rasa yang sangat asin. Rasanya seperti, maaf,mau muntah dengan nasi sayur. Setelah mengalami kejadian ini, sebelum datang ke tempat konferensi, saya membeli roti di toko penjual makanan dan kelontong untuk dimakan disela-sela acara. Walaupun tidak cukup - karena bukan nasi- paling tidak cukup untuk jadi penahan sampai menemukan makanan yang lain.

Namun demikian, banyak makanan kecil gratis seperti roti dan kue kering juga disediakan oleh penyelenggara side events. Namun, tidak semua penyelenggara menyediakannya. untuk mendapatkan makanan tersebut umumnya harus melalui antri yang agak panjang. Bagi yang berminat bisa langsung antri.

Nantikan cerita lain selanjutnya.

Mahrizal
Dari Cancun Messe, Mexico

Thursday, December 2, 2010

Hari pertama COP16 bersama climate champions British Council

Setelah di briefing intensif minggu malam mengenai ekpektasi dan apa yang akan dilakukan oleh para climate champions selama COP di Cancun Mexico. Climate champions begitu bersemangat memulai hari pertama untuk acara COP16. Semua terlihat begitu rapi dengan pakaiannya, ada yang berjas dan berdasi, ada juga yang memakai baju kemeja biasa. Demikian juga dengan climate champion perempuan, mereka semua berpakaian rapi.

Dengan menggunakan taksi ke tempat pemberhentian bis, para climate champions berangkat ke Cancun Messe (sebuah tempat dimana acara side event and booth diadakan) dengan penuh keyakinan bahwa ada sesuatu yang akan di capai di COP16 ini. Setiba ditempat tujuan, sebagian climate champion menuju tempat briefing YOUNGO (Kelompok pemuda yang dari berbagai Negara yang tergabung di beberapa NGO pemuda) dan sebagian lagi menunggu untuk teleconference dengan pihak pemerintahan Inggris.

Kesibukan para climate champions mulai terlihat setelah selesai briefing, ada yang melakukan pendekatan ke delegasi masing-masing, jaga booth British Council, menghadiri acara side events, dan sekedar mengenal tempat acara COP16.

Saya sendiri berusaha mengenal tempat acara berlangsung, mengunjungi booth (Stand) pameran, dan menghadiri side event tentang issue REDD+. Walaupun dihari pertama banyak climate champion bingung tentang keadaan dan suasana COP16, setidaknya hal cukup mengenalkan suasana baru ini ke para climate champions.

Malam pertama di COP16, Pemerintah Mexico mengundang semua delegasi, intergovernmental organizations, observers, dan media ke acara makan malam. Setidaknya 4.000-5.000 orang menhadiri acara tersebut. Menu yang disediakan sungguh menggugah selera, ada seafood segar, daging, salad, dan berbagai jenis minuman non-alkohol dan alcohol yang bisa diminum sesuka hati.

Wednesday, December 1, 2010

Climate Champions di Confence of Youth (COY)


Hari Pertama di Cancun Mexico

Climate champion British Council, hari Sabtu 28 November 2010, mengambil bagian dalam Conference of Youth (COY) yang diadakan disebuah universitas di Cancun. Berbagai kelompok pemuda dari berbagai negara berkumpul di universitas ini untuk mendiskusikan aksi, masukan, dan pernyataan sikap untuk COP16.

Para climate champions mengikuti beberapa beberapa kelompok kerja dan diskusi parallel yang sesuai dengan bidangnya. Walaupun baru bergabung dalam kegiatan tersebut, climate champions juga aktif berpartisipasi dan memberikan opini tentang masalah yang sedang di bahas. Umumnya, mereka sangat kritis dengan apa yang sedang dibicarakan.

Dalam kelompok diskusi Carbon market dan Mechanism Carbon trading, pemateri menyampaikan bagaimana process carbon market dibentuk dan berapa biaya yang harus dikeluarkan. Dalam diskusi tersebut, pemateri juga menjelaskan perbedaan harga karbon per ton berdasarkan institusi yang memfasilitasi pasar karbon.

Pada saat sesi makan siang, penyelenggara tidak menyediakan piring dan gelas dengan alasan untuk mengurangi sampah yang berakibat buruk bagi lingkungan. Bagi peserta yang membawa peralatan makan dapat langsung menikmati makan siang, namun bagi yang tidak membawanya harus menempatkan uang sejumlah $50 pesos (USD 5) kepada panitia sebagai jaminan untuk mengembalikan piring dan gelas yang telah dipakai. Uang $50 pesos akan dikembalikan, pastinya setelah piring dan gelas plastic tersebut di cuci bersih. Pendekatan ini dapat diaplikasikan di acara lain. Namun perlu menginformasikan lebih awal tentang tidak diberikan piring. Semoga ini menjadi inspirasi bagi yang lain untuk mengurangi sampah.

Terlepas dari ketiadaan piring dan kekecewaan karena harus menunggu piring yang telah dicuci, acara makan siang ini diwarnai dengan pertunjukan tentang sikap untuk penurunan jumlah emisi global. Bagi Climate Champions, makan siang ini merupakan ajang untuk berkenalan dengan para pemuda dari organisasi lain.